Jerawat Hormon: Ciri dan Cara Mengatasinya!

Jerawat Hormon

Jerawat hormon sering terjadi pada area T-Zone, yakni dahi, hidung, dan dagu. Namun tidak menutup kemungkinan jerawat ini muncul di area pipi dan rahang. Bentuk dari jerawat ini pun beragam di tiap-tiap individu, dapat berupa komedo, beruntusan, hingga jerawat kistik seperti bisul.

Umumnya, jerawat hormon terjadi akibat fluktuasi hormon di dalam tubuh. Bisa diakibatkan karena menstruasi, PCOS, menopause, dan masalah hormon lainnya. Pembentukan jerawat ini diawali dengan peradangan kulit, peningkatan produksi sebum atau minyak wajah, sel kulit mati tersumbat pada folikel rambut, juga peningkatan produksi bakteri penyebab jerawat (Propionibacterium acnes).

Sebenarnya untuk mengatasi jerawat hormon dapat dilakukan dengan menggunakan skincare khusus kulit berjerawat yang banyak dijual dipasaran (skincare over the counter/ OTC). Ditambah dengan mengubah pola makan dan pola tidur, serta rutin berolahraga. Namun, jika dengan cara tersebut jerawat tidak kunjung membaik mungkin beberapa cara berikut dapat bekerja dengan baik.

Cara Mengatasi Jerawat Hormon

  • Pil Kontrasepsi. Terdapat pil kontrasepsi yang khusus digunakan untuk mengatasi jerawat. Didalamnya terkandung ethinylestradiol¬†ditambahkan dengan drospirenon, norgestimate, atau norethindrone. Namun pil kontrasepsi tidak disarankan untuk seseorang dengan riwayat penyakit penggumpalan darah, tekanan darah tinggi, atau kanker payudara.
  • Obat Anti-Androgen digunakan untuk menurunkan kadar hormon androgen yang berlebihan. Hormon androgen berlebih yang tidak terkontrol dapat menjadi penyebab utama masalah jerawat akibat peningkatan produksi minyak.
  • Retinoid. Jerawat hormon juga dapat diatasi dengan retinoid topikal dalam bentuk krim, gel, atau lotion. Disarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk menentukan formula retinoid yang tepat sesuai permasalah kulit yang kamu alami. Ketika menggunakan retinoid, disarankan untuk selalu menggunakan sunscreen ketika beraktivitas di bawah paparan sinar matahari.
  • Tea Tree Oil dapat digunakan untuk mengurangi peradangan yang disebabkan oleh jerawat. Selain itu, tea tree oil juga dapat digunakan untuk mengatasi jerawat dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang.
  • AHA (Alpha Hydroxy Acid) bermanfaat untuk mengangkat sel kulit mati yang menyumbat pori-pori wajah dan meminimalisir bekas jerawat. Penggunaan AHA juga perlu disertai dengan sunscreen karena AHA dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari.