Jerawat Terus Menerus Muncul? Ini Penyebabnya!

Jerawat

Jerawat merupakan salah satu permasalahan kulit yang umum terjadi dan dialami oleh berbagai kalangan usia. Meski jerawat seringkali dikaitkan dengan masa remaja, banyak orang dewasa yang mengalami jerawat membandel. Ditandai dengan cirinya yang terus menerus muncul dan sulit untuk diatasi.

Namun tak perlu khawatir karena permasalahan kulit seperti ini tetap dapat diatasi, dengan mengidentifikasi penyebab munculnya. Kemudian, mencegahnya dengan menghindari penyebab-penyebab tersebut. Berikut adalah 6 penyebab jerawat membandel yang paling sering dialami oleh banyak orang.

1. Penyumbatan Pori-Pori

Sumbatan pada pori-pori kulit menjadi penyebab utama timbulnya permasalahan kulit yang satu ini. Pori-pori kulit tersumbat oleh sel kulit mati, minyak atau sebum berlebih, dan rambut halus. Kombinasi ketiganya menciptakan lingkungan yang sangat ideal bagi bakteri penyebab jerawat untuk tumbuh dan berkembang. Tak hanya itu, sumbatan pada pori-pori kulit juga menjadi penyebab terhalangnya minyak sehingga mengakibatkan adanya peradangan di bawah lapisan kulit.

2. Faktor Genetik

Faktor genetika atau keturunan menjadi penyebab yang sulit untuk dihindarkan. Sebab, kondisi kulit beserta permasalahannya timbul akibat gen yang diturunkan oleh kedua orangtua. Namun jika mengalami hal seperti ini sebaiknya lakukan langkah-langkah pencegahan yang paling mungkin untuk dilakukan. Seperti menjalankan pola makan dan pola tidur yang sehat, disertai dengan rutinitas olahraga.

3. Konsumsi Obat

Penggunaan beberapa jenis obat ternyata dapat menjadi penyebab timbulnya jerawat terus menerus muncul. Diantaranya yaitu obat-obatan yang mengandung androgen atau lithium. Androgen yang terkandung dalam obat-obatan merangsang produksi minyak berlebih pada kulit.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa produksi minyak berlebih menyebabkan sumbatan pada pori-pori kulit dan memicu timbulnya jerawat. Lithium yang terkandung dalam obat-obatan juga dapat menimbulkan jerawat. Meski tidak semua orang merasakan efek samping penggunaan kandungan obat ini, tetapi ada baiknya untuk menghindarinya agar kondisi kulit tidak semakin memburuk.

4. Makeup dan Skincare Oil Based

Makeup dan skincare yang berbahan dasar minyak sebenarnya tidak sesuai untuk digunakan pada kulit berjerawat. Selain menyumbat pori-pori kulit, minyak yang terkandung didalamnya juga memicu perkembangan jerawat. Sebaiknya pilihlah jenis makeup dan skincare bebas jerawat atau non-komedogenik. Sebab, makeup dan skincare jenis ini telah dirancang khusus untuk tidak menyumbat pori-pori kulit.

5. Perubahan Hormon

Ini menjadi penyebab yang dialami ketika menginjak masa remaja. Selain remaja, wanita yang sedang memasuki masa kehamilan dan menstruasi juga kerap kali mengalami permasalahan kulit akibat perubahan hormon. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kadar hormon androgen di dalam tubuh yang mempengaruhi aktivitas kelenjar minyak di bawah lapisan kulit. Selain itu, perubahan hormon juga turut mempengaruhi siklus peremajaan sel kulit sehingga meningkatkan risiko penyumbatan pori-pori kulit dan peradangan.

6. Stres

Stres yang diakibatkan oleh tingkat emosional tinggi dapat mempengaruhi kondisi kulit. Selama stres, tubuh akan melepaskan hormon stres seperti hormon kortisol. Hormon inilah yang merangsang produksi minyak kulit menjadi berlebihan. Sebaiknya jaga keseimbangan emosi agar stres tidak mempengaruhi keseimbangan hormonal tubuh dan memperburuk kondisi kulit.

Penting untuk diingat bahwa faktor penyebab ini tidak selalu sama dan dapat bervariasi pada tiap-tiap individu. Oleh karena itu, mengidentifikasi kondisi kulit sangat diperlukan untuk mengetahui penyebab utama munculnya permasalahan kulit yang dialami. Namun apabila kondisi kulit semakin buruk, atau jerawat tidak kunjung membaik dan tidak berkurang jumlahnya, konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.